Bertempat di Balai Desa Pucangarum Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, Minggu (01/02/2026) berlangsung Bhakti Sosial dan Penanaman Pohon Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Agus Susetyo Hardiyanto, S.STP, MM. Bapak Antok, sapaan akrabnya. Dalam arahannya menyampaikan bahwa PSM harus tetap tangguh dan istiqomah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pengentasan masalah-masalah sosial.
“Saudara-saudara sekalian harus tetap istiqamah dalam melaksanakan tugas dan fungsi, PSM harus tetap tangguh dan sadar bahwa ini adaah tugas mulia dan panggilan hati yang harus diikuti”, tutur beliau.
Hal ini tentu sangat relevan dan mempertegas serta megingatkan kepada rekan PSM sekalian pada Peraturan Menteri Sosial No. 10 tahun 2019. Peraturan tersebut menjadi dasar terbentuknya wadah bagi para masyarakat yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab serta didorong oleh rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Setidaknya ada 26 kategori PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang itu menjadi tugas untuk difasilitasi dan dientaskan oleh pilar-pilar sosial, termasuk PSM.
Maka dari itu, lebih lanjut Bapak Antok berpesan agar ada kolaborasi antar pilar sosial untuk mengentaskan masalah sosial kemasyarakatan.
“Saya berharap kolaborasi antar pilar sosial terus dijaga dan ditingkatkan, karena dengan kolaborasi dan bersinergi maka kesetiakawanan sosial akan lebih mudah terwujud”. Imbuhnya. Dengan begitu, harapnnya pilar-pilar sosial bisa menyelenggarakan kesejahteraan sosial.
Di era digital dan disrupsi ini, sedikit banyak juga mempengaruhi perilaku dan kebiasaan baru yang menimbulkan masalah/kerawanan sosial. Seperti diketahui, yang marak belakangan ini ialah Judi Online dan Pinjaman Online. Itu seperti menjadi kausalitas baru terciptanya kerawanan dan masalah sosial.
Sesuai Permensos No. 10 tahun 2019, yakni PSM sebagai inisiator, motivator, dinamisator dan administrator juga seyogianya bisa ikut andil dalam masalah tersebut.
“Wujud kerelawanan saudara jangan hanya rela kehilangan waktu, tenaga dan materi. Akan tetapi marilah kita semua bersedia merelakan pemikiran kita mengingat perkembangan jaman yang terjadi saat ini. Hal itu membuat perubahan dan kemajemukan pada masyarakat pada masing-masing wilayah, tentu akan membutuhkan penanganan yang berbeda pula”, pungkas Bapak Antok.
Bhakti Sosial dan penanaman pohon ini sebagai pelestarian lingkungan dan sebagai peduli terhadap lingkungan agar terhindar dari bencana alam. Pada kegiatan Bhakti Sosial ada rentetan acara lainnya. Pemberian santunan kepada 10 Lanjut Usia Terlantar, Donor Darah, penanaman pohon dan pembinaan para anggota PSM.
PSM! Tiada Hari Tanpa Pengabdian! Pengabdian Tanpa Batas!
|
|
|
|
|
Sangat Puas
62 % |
Puas
5 % |
Cukup Puas
11 % |
Tidak Puas
22 % |